5 Fakta Terbaru Kecelakaan Tronton di Balikpapan, Truk Bawa Beban 20 Ton

 

5 Fakta Terbaru Kecelakaan Tronton di Balikpapan, Truk Bawa Beban 20 Ton


Merdeka.com - Sebuah kecelakaan maut telah terjadi di Balikpapan. Kecelakaan maut terjadi di lampu merah Simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat (21/1) pagi.

Satu unit truk tronton berwarna merah menabrak beberapa mobil dan motor yang sedang berhenti di lampu merah. Polda Kalimantan Timur mencatat lima orang meninggal dunia akibat kecelakaan maut.

Polisi juga telah mengamankan sopir truk yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Berikut ini Merdeka.com rangkum fakta terbaru kecelakaan tronton di Balikpapan.

2 dari 6 halaman

Diduga Rem Blong dan Jalanan Menurun

©Istimewa

Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, kecelakaan maut itu terjadi karena diduga tronton itu mengalami rem blong.

"Hasil investigasi petugas di lapangan, itu ini sementara ya. Itu dimulai karena adanya truk tronton yang remnya blong," kata Yusuf saat dihubungi, Jumat (21/1).

Selain itu, untuk kondisi jalan di lokasi tersebut juga memang menurun. Sehingga, laju dari truck tersebut terlihat kencang.

"Kondisi jalan itu geografisnya memang menurun, sehingga si truk tersebut selain dia remnya blong, dia juga daya laju kendaraannya enggak bisa dikurangi lag. Karena memang jalanannya yang menurun," jelasnya.

Truk Membawa Beban Seberat 20 Ton

©Twitter/hangyuulbae

Yusuf menyebut, truck itu membawa obat semacam pembersih air dengan beban seberat 20 ton.

"Dia membawa beban kurang lebih 20 ton, mengangkut obat apa gitu tadi. Kayak untuk pembersih air," tutupnya.

 

4 dari 6 halaman

5 Orang Meninggal Dunia

Polda Kalimantan Timur mencatat, ada sebanyak lima orang yang meninggal dalam insiden kecelakaan maut yang terjadi pada Jumat (21/1) sekira pukul 06.15 Wita. 

Kecelakaan ini berada di Simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Yang meninggal dunia 5, yang luka berat itu yang kritis satu, yang luka ringan 13," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo saat dihubungi, Jumat (21/1).

Pengakuan Supir

 

©Istimewa

Polisi telah mengamankan sopir truk yang menyebabkan terjadinya kecelakaan beruntun. Menurut pengakuan sopir, kecelakaan terjadi karena rem yang tidak berfungsi maksimal.

"Keterangan supir truk tronton, pompa angin rem tidak berfungsi sehingga menyebabkan terjadinya rem blong," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (21/1/2022).

6 dari 6 halaman

Polisi Masih Memastikan Penyebab Utama Kecelakaan

Lebih lanjut Dedi mengungkapkan, Polri telah mengirim tim Traffic Accident Analysis (TAA) Korlantas Polri. Tim masih berupaya memastikan penyebab utama terjadinya kecelakaan tersebut.

"Untuk back up proses pembuktian secara ilmiah penyebab kecelakaan menonjol tersebut yang mengakibatkan saat ini lima orang meninggal dunia dan 14 orang luka-luka," kata Dedi.

Peristiwa kecelakaan itu membuat warganet menggaungkan ungkapan bela sungkawa atas tragedi tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalannya Tertatih Hingga Harus Dituntun, Kakek 103 Tahun Mantap Nikahi Gadis Muda 30 Tahun, Ini Jawabannya Soal Malam Pertama

Video Viral...! Aril Noah Dan Luna Maya Menikah, Hotman Paris Siap Jadi Saksi

Kejayaan dan Kekayaan Dunia Tak Abadi! Dulu Tajir Melintir dan Populer, Artis Cantik ini Alami Hal Tragis hingga Hidup Melarat di Akhir Hayat, Sering Minta-minta untuk Makan Sehari-hari