FAKTA Tragedi Kecelakaan Rapak Balikpapan dari Masa ke Masa, Dikenal Angker dan Banyak Memakan Banyak Korban
FAKTA Tragedi
Kecelakaan Rapak Balikpapan dari Masa ke Masa, Dikenal Angker dan Banyak Memakan
Banyak Korban
Tragedi Kecelakaan
dari Masa ke Masa
Simpang
Muara Rapak atau yang kerap disebut tanjakan Rapak, selama ini memang menjadi
momok bagi pengendara lalu lintas di Kota Balikpapan.
Di
persimpangan ini terdapat bundaran yang disebut titik nol kilometer Balikpapan yang
menghubungkan Jl Soekarno Hatta, Jl Ahmad Yani, dan Jl Letjen Suprapto, dan Jl
Klamono Gn Pipa.
Ada lima traffic light yang terpasang di persimpangan jalan tersebut.
Traffic
light di ujung Jl Soekarno Hatta inilah yang paling rawan kecelakaan lalu
lintas.
Sebab, dua
sisi jalan tersebut berupa tanjakan dan turunan.
Data yang dihimpun TribunKaltim.co dari
kepolisian maupun dokumentasi pemberitaan mencatat, setidaknya sudah 13 kali
terjadi kecelakaan di lokasi tersebut.
Itu
terjadi dalam rentang waktu tahun 2019 hingga 2022.
Rata-rata
lakalantas tersebut disebabkan kendaraan bertonase besar lepas kendali dan
menghantam pengendara lain yang berhenti di traffic light.
Berikut tragedi
lakalantas di simpang Muara Rapak dari masa
ke masa:
31 Maret 2009
Truk lepas
kendali dan menyeruduk empat mobil dan lima motor yang sedang berhenti di lampu
merah.
Dalam
kejadian tersebut tiga orang tewas, tujuh luka berat, dan empat luka
ringan.
Tragedi ini menjadi headline di seluruh surat kabar lokal.
4
September 2010
Kecelakaan
nyaris sama kembali terjadi, namun beruntung tidak ada korban jiwa.
17
September 2010
Pola
serupa kembali terulang yang menyebabkan korban satu meninggal dunia dan satu
luka ringan.
4
Desember 2011
Truk kontainer
yang diduga mengalami rem blong menyeruduk kendaraan roda empat dan roda dua.
Belasan orang mengalami luka-luka dan beberapa unit kendaraan rusak berat.
Namun dilaporkan tidak ada korban meninggal dunia.
4 Maret 2013
Kecelakaan
lalu lintas di turunan Rapak kembali terjadi. Syukurnya tidak menelan korban
jiwa.
19
Maret 2013
Tragedi yang sama terulang. Kecelakaan beruntun dari arah turunan Jl Soekarno
Hatta. Walaupun tidak ada korban jiwa, namun menimbulkan trauma bagi pengendara
di lokasi tersebut.
9
Februari 2014
Lakalantas
kembali terjadi, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
8
Mei 2016
Tidak ada
korban jiwa dalam kecelakaan kali ini.
12
November 2016
Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul FAKTA
Tragedi Kecelakaan Rapak Balikpapan dari Masa ke Masa, https://kaltim.tribunnews.com/2022/01/21/fakta-tragedi-kecelakaan-rapak-balikpapan-dari-masa-ke-masa?page=4.
Truk kontainer
lagi-lagi lepas kendali. Namun sopir membantah remnya blong.
Menurutnya angin pada sistem pengereman habis gara-gara terlalu lama
tertahan di turunan. Akibatnya menyerempet mobil dan menabrak pembatas jalan
dan tiang listrik. Tidak ada korban meninggal dalam insiden ini.
20
Februari 2019
Sebuah
angkot menabrak orang yang menyeberang di zebra cross. Korban dinyatakan
meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
21
Juni 2019
Truk
bertonase besar kembali menabrak sejumlah kendaraan yang berhenti di lampu
merah. Sejumlah kendaraan terlindas dan terserempet truk. Korban luka ringan.
8
Februari 2021
Kecelakaan
beruntun truk yang memuat sembako menabrak tiga mobil dan tiga motor di traffic
light. Tidak ada korban jiwa, rata-rata luka ringan.
Skenario
Pemerintah
Berbagai
wacana telah diembuskan pemerintah daerah untuk meminimalisir kecelakaan lalu
lintas di simpang Muara Rapak Balikpapan.
Mulai dari
memangkas jalan tanjakan hingga pembangunan flyover (jembatan layang).
Rencana
ini sudah digaungkan sejak bertahun-tahun lalu.
Namun yang
paling realistis dikejar adalah pembangunan flyover.
Sayangnya,
hingga tahun ini belum ada tanda-tanda proyek tersebut dikerjakan.
Pada Februari 2021, Walikota Balikpapan Rizal
Effendi menyebut bahwa proyek flyover tersebut kemungkinan akan dilaksanakan
mulai akhir 2021.
Berdasar
informasi yang diterima Pemkot Balikpapan, Pemprov
Kaltim dan DPRD Kaltim sudah menyetujui rencana proyek tersebut.
Pembahasan
anggaran dimasukkan dalam penyusunan APBD Perubahan Provinsi Kalimantan Timur tahun 2021.
"Kemarin
sudah setuju, tapi untuk pelaksanaannya nanti di akhir tahun. Penganggarannya
dimasukkan dalam perubahan," kata Walikota Balikpapan Rizal
Effendi kepada TribunKaltim.co pada
Selasa (9/2/2021).
Namun,
Rizal tidak menyebut berapa biaya yang akan dialokasikan untuk proyek flyover
pada tahun 2021.
"Yang
kami terima informasinya bahwa itu sudah diputuskan, jadi tinggal dianggarkan
saja nanti dalam anggaran perubahan provinsi," terangnya kala itu.
Terakhir pada Juni 2021, proyek pembangunan flyover Muara Rapak kembali belum
menemui titik terang.
Hal itu
diketahui karena belum menjadi bahasan prioritas di level Provinsi Kalimantan Timur.
"Flyover
sampai sekarang di Banggar Provinsi belum dibicarakan. Jadi belum untuk
flyover," ungkap Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Masud, kala itu.
Berdasarkan
perencanaan, pembangunan fisik flyover Muara Rapak akan dianggarkan melalui
APBD Kaltim.
Proyek
tersebut direncanakan dengan skema pembiayaan tahun jamak atau multiyears
contract (MYC), yang akan diusulkan di APBD Kaltim Perubahan 2021.
Kemudian
menggunakan APBD Kaltim 2021–2023.
Proyek
yang seharusnya dikerjakan sejak 2014 itu pun diharapkan bisa segera terwujud.
Pemprov
Kaltim melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bahkan telah melakukan
revisi terhadap desain yang telah dibuat oleh Pemkot Balikpapan pada
tahun 2014.
Revisi
desain itu dilaporkan telah selesai sejak akhir Desember 2020 lalu.
Bahkan
sempat ada peninjauan saat itu.
Perencanaan
sebelumnya, flyover Muara Rapak didesain dengan empat lajur - dua jalur.
Terbaru,
akan dibangun dengan desain dua lajur dan dua jalur.
Hal
tersebut dilakukan untuk memangkas anggaran pembangunan yang diperkirakan
mencapai Rp 300 miliar lebih.
Namun
hingga saat ini belum ada kepastian perihal rencana pembangunan flyover
tersebut.
Padahal,
keberadaan flyover ini dinilai sudah mendesak.
Jalan itu
merupakan solusi dari masalah kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas yang
kerap terjadi di tanjakan maupun turunan Muara Rapak.
"Kita
kemarin menginginkan di perubahan ini disiapkan. Supaya di APBD murni nanti di
2022 sudah bisa dilaksanakan. Ini belum ada," tandas Hasanuddin. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul FAKTA
Tragedi Kecelakaan Rapak Balikpapan dari Masa ke Masa, https://kaltim.tribunnews.com/2022/01/21/fakta-tragedi-kecelakaan-rapak-balikpapan-dari-masa-ke-masa?page=4.
Komentar
Posting Komentar